Latest Article Salam Lestari Buana Nusantara

PAS MAHAGURU UPI KAMPUS PURWAKARTA

[ SALAM LESTARI BUANA NUSANTARA ]
BAGIMU NEGERI, JIWA RAGA KAMI, NKRI HARGA MATI

PAS MAHAGURU

GUNUNG BURANGRANG


GUNUNG BURANGRANG

Salam Lestari Buana Nusantara
Selamat malam sobat semuanya, Baiklah kali ini Admin akan memposting tentang Gunung Burangrang. Gunung Burangrang merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, tepatnya di Wilayah Provinsi Jawa Barat Indonesia. Gunung Burangrang mempunyai ketinggian setinggi 2.050 mdpl. Gunung ini merupakan salah-satu sisa dari hasil letusan besar Gunung Sunda di Zaman Prasejarah. Gunung Burangrang mempunyai kawasan hutan Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous, Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Berdampingan dengan Gunung Tangkuban Perahu, Burangrang merupakan salah satu destinasi pendakian yang cukup menarik untuk dijajal. Medan tempuhnya yang tidak terlalu jauh tetap menyimpan pesona tersendiri. Di beberapa titik pendakian, kondisi jalur terbilang cukup memberi kesan menantang. Setidaknya, para pendaki akan menemui jalur dengan lebar yang tidak lebih dari 1 meter – kondisi di kanan-kiri jalur adalah jurang. Selain itu, beberapa meter menjelang puncak, pendaki juga dihadapkan dengan kemiringan punggungan gunung yang mencapai 60-70 derajat. Konsekuensinya, pendakian dilakukan dengan cara ‘memanjat’. Normalnya, waktu tempuh perjalanan dari pos lapor (pendaftaran) hingga ke puncak Burangrang (2050 mdpl) memakan waktu dua hingga tiga jam. Selama perjalanan tersebut, terdapat beberapa pos untuk beristirahat atau berkemah. Jika sobat ingin kesana, Rute dari kota Bandung dengan menggunakan angkutan kota jurusan Terminal Caheum-Ledeng atau Terminal Leuwi Panjang-Ledeng. Dari terminal Ledeng untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan angkot lainnya. Waktu tempuh menuju terminal berkisar antara 10-20 menit tergantung kondisi lalu lintas di jalan. Dari Terminal Ledeng hanya berjarak sekitar 50 meter, terdapat sekumpulan angkot berwarna putih dengan trayek Ledeng-Parongpong. Modal transportasi inilah yang akan gunakan untuk meneruskan perjalanan.

Perjalanan menuju Parongpong terbilang singkat. Rute ini akan sangat ramai di akhir pekan. Kendaraan bermotor dengan pelat B akan hilir mudik melintasi jalan tersebut. Sebabnya adalah di beberapa titik di Jl. Sersan Bajuri ini terdapat berbagai fasilitas wisata yang sering dikunjungi oleh pelancong dari luar kota Bandung. Area wisata keluarga, perkebunan bunga, villa, sky dining resto and bar, serta komplek perkemahan merupakan rujukan wisata yang ditawarkan sepanjang jalan menuju Parongpong. Salah satu daerah terkenal yang dilewati rute angkot ini adalah Cihideung. Daerah ini terkenal sebagai sentra budidaya berbagai macam jenis bunga. Langit masih terbilang terang ketika angkot yang kami tumpangi berhenti di sebuah terminal kecil di Parongpong. Dari sini kita akan melanjutkan perjalanan dengan angkutan lainnya menuju Desa Kertamanah. Ada dua pilihan rute angkutan untuk mencapai titik awal pendakian ke Burangrang dari terminal ini. Pertama, mengunakan angkutan dengan trayek Parongpong-Padalarang. Kedua, angkutan dengan rute Parongpong-Cimahi. Rute angkutan manapun yang dipilih akan sama saja. 

Untuk memulai awal pendakian, bisa memilih rute masuk melalui pintu Komando. Pintu masuk ini berada tepat di pertigaan jalan ketika turun dari angkutan. Dari titik ini, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki (bisa juga menggunakan jasa ojek) menuju pos pendaftaran. Matahari sudah terbenam ketika kami sampai di pos awal dan segera melaporkan diri untuk pendakian. Ada dua pos awal yang harus dilalui sebelum pendakian. Pos pertama yang ditandai dengan gapura dikelola oleh pihak Perhutani. Sedangkan pos kedua merupakan pos penjagaan milik TNI yang ditandai pula dengan sebuah gapura bertuliskan Daerah Latihan Gunung Hutan – Korp Pasukan Khusus Angkatan Darat (KOPASSUS). 

Saat ini kawasan Gunung Burangrang dikelola oleh PT. Perhutani dan sebagian lahannya juga dimanfaatkan sebagai hutan pegunungan tempat latihan militer KOPASSUS. Jadi, untuk memasuki kawasan ini biasanya agak sulit atau bahkan tertutup untuk pendakian ketika sedang digunakan latihan militer oleh pihak KOPASSUS. Untuk sampai di Puncak Burangrang, dari pos pendaftaran membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 jam melalui trek yang bisa dibilang cukup bersahabat bagi pendaki pemula. Oleh karena itu, tak jarang pendaki yang melahap pendakian Gunung Burangrang ini dalam waktu sehari. Sebelum memulai pendakian, di daerah pos pendaftaran kita sudah bisa menikmati pemandangan Kota Bandung dari kejauhan. Berjalan sedikit ke balik bukit, terlihat pula Gunung Tangkuban Perahu dan rangkaian hijau perkebunan teh serta Situ Lembang yang menawan. Sesaat pendakian dimulai rangkaian pohon pinus yang berjajar rapi menyambut kedatangan kami. Setelah sekitar satu jam menikmati rangkaian hutan pinus, kita akan memasuki hutan alam dengan trek yang mulai menanjak, berliku, dan berbatu.

Dari titik inilah perjalanan mulai menantang dengan jalan naik turun bukit. Bahkan juga akan melewati jalan setapak dengan jurang di sisi kanan dan kiri. Sebelum sampai di puncak utama tepatnya saat kita berada di punggung bukit puncak kedua, kita dapat melihat tugu berwarna putih yang menandai puncak Gunung Burangrang. Ya, puncak itu berada di seberang bukit. Dari titik ini kami sudah bisa menikmati panorama rangkaian bukit dan pegunungan yang indah di atas awan. Terlihat juga jalur yang harus dilalui untuk mencapai puncak utama. Untuk sampai di puncak utama, kita harus terlebih dulu mendaki trek berupa tebing batu yang cukup terjal setinggi kurang lebih 10 meter. Bentuk trek yang satu ini mirip dengan "Tanjakan Setan" di trek Gunung Gede. Puncak Gunung Burangrang luasnya hanya sekitar 25 meter persegi. Di sini kita bisa melihat dengan jelas Tugu Trianggulasi yang berwarna Putih setinggi 2,5 m. 

Tugu ini berdiri kokoh sebagai penanda puncak tertinggi Burangrang. Di tugu itu tertulis nama Gunung Burangrang dengan ketinggiannya, 2.050 mdpl. Seluas mata memandang, panorama alam pegunungan yang berbukit serta langit biru nan indah ini memanjakan mata kami. Dahsyat! Tak kalah dari pemandangan gunung-gunung lain yang lebih tinggi darinya. Meskipun di puncak gunung ini tidak terdapat Anaphalis Javanica atau Edelweis si Bunga Abadi, pemandangannya tetap cantik bagai negeri di atas awan. Keadaan ini sudah lebih dari cukup untuk menghapus lelah selama perjalanan menuju puncak. Mungkin sobat PAS Mahaguru ada pengalaman-pengalaman  tentang Mendaki Gunung ? ... Pasti banyak yaa.. Makanya Silahkan di Share yaa ... :D

Kurikulum 2013: Siswa Kelas 1 SD Lebih Ceria dan Tak Rewel

Kurikulum 2013: Siswa Kelas 1 SD Lebih Ceria dan Tak Rewel

Siswa Kelas 1 SD Lebih Ceria dan Tak Rewel

Surakarta, Kemdikbud – Pola pembelajaran Kurikulum 2013 yang diterapkan pada siswa kelas 1 SD di sejumlah sekolah sasaran pada tahun pelajaran 2013/2014 mampu menciptakan suasana kelas lebih ceria. Siswa lebih banyak tertawa dan percaya diri saat menjawab pertanyaan guru, meski jawaban tersebut merupakan jawaban spontan anak-anak. “Siswa kelas 1 juga sekarang tidak rewel karena proses pembelajarannya hampir sama dengan di TK, yaitu belajar sambil bermain. 
Tidak seperti pada kurikulum sebelumnya yang terbebani dengan materi pelajaran yang berat,” ujar Nursalam, Kepala SD Muhammadiyah Program Khusus, Kottabarat, Surakarta, Jawa Tengah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/1/2014). Ia menuturkan, proses pembelajaran pada siswa kelas 1 tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Cara semacam ini memang bukan hal baru bagi sekolahnya yang menerapkan konsep full day school. Meski demikian Nursalam mengaku Kurikulum 2013 membawa banyak perubahan positif terhadap sikap dan perilaku siswa saat pembelajaran. 
SD Muhammadiyah Program Khusus merupakan sekolah sasaran yang ditunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran lalu. Meskipun kini perlahan proses pembelajaran Kurikulum 2013 di sekolahnya telah semakin mapan, Nursalam mengaku pada awal pelaksanaannya penuh dengan perjuangan, terutama meyakinkan orangtua siswa tentang model Kurikulum 2013. “Orangtua sangat kritis terhadap perubahan ini. 
Kami pun dengan intens memberikan penjelasan kepada mereka dan selalu terbuka untuk mendengar apa yang belum mereka pahami,” tambah Nursalam. Beruntung di antara orangtua siswa, ada yang berasal dari kalangan pendidik, seperti dosen dan guru SMA. Dari merekalah orangtua siswa mendapat penjelasan, tanpa terkesan mendikte, karena berasal dari sesama orangtua siswa. Lewat pendekatan intensif tersebut, Nursalam mengungkapkan, kini semakin banyak orangtua siswa yang mengetahui kelebihan Kurikulum 2013. Selain itu, orangtua siswa juga secara aktif mencari informasi Kurikulum 2013 melalui internet dan media lainnya. (Ratih Anbarini)

Sumber : http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2075

Model Pembelajaran Kurikulum 2013 Berbasis Saintifik

Model Pembelajaran Kurikulum 2013 Berbasis Saintifik

Model Pembelajaran Kurikulum 2013 Berbasis Saintifik

Jakarta, Kemdikbud --- Salah satu perubahan mendasar dalam Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran. Model pembelajaran Kurikulum 2013 berbasis saintifik dengan lima langkah pembelajaran. Sedangkan metode pembelajaran dalam kurikulum sebelumnya menggunakan tiga langkah. Ketua Unit Implementasi Kurikulum 2013 (UIK) Kemdikbud, Tjipto Sumadi menjelaskan, dalam kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), ada tiga langkah dalam metode pembelajarannya, yaitu elaborasi, eksplorasi dan konfirmasi. 

Sedangkan dalam Kurikulum 2013 ada lima langkah, yaitu mengamati, bertanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Namun Tjipto mengakui, masih ada guru yang kesulitan dalam mengajar Kurikulum 2013. "Padahal mengamati itu program eksplorasi. Karena itu perlu dijelaskan lebih detil," ujar Tjipto di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, (13/1/2014). Untuk mengatasi kesulitan itu, UIK Kemdikbud menjalankan program pendampingan untuk guru-guru di sekolah sasaran. Mereka yang menjadi pendamping di sekolah sasaran adalah orang-orang terpilih yang telah mengikuti pelatihan dan memperoleh nilai baik. 

Tjipto menambahkan, selain program pendampingan dari UIK Kemdikbud, guru-guru di sekolah sasaran juga diberikan video pembelajaran untuk mengembangkan metode pembelajaran mereka. Video pembelajaran tersebut dibuat oleh direktorat masing-masing tingkat satuan pendidikan. Untuk menjalankan Kurikulum 2013, ujar Tjipto, guru harus melakukan perubahan mindset. "Kita semua harus menyadari perubahan itu memerlukan proses," katanya. Untuk menghadapi perubahan tersebut, harus ada persiapan. Persiapan yang harus dimiliki guru di antaranya persiapan pengetahuan, persiapan fisik dan mental, serta persiapan hati untuk bisa menjalankan dengan keikhlasan. "Kita sedang mempersiapkan anak yang berkualitas ke depannya," pungkasnya. (Desliana Maulipaksi)

Sumber : http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2011

SELAMAT HARI IBU KE 85

SELAMAT HARI IBU KE 85

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melaksanakan upacara menyambut Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-85 tahun 2013, Rabu (18/12). Sama seperti tahun sebelumnya, PHI tahun ini seharusnya diselenggarakan tanggal 22 Desember. Namun karena tanggal 22 Desember tahun 2013 bertepatan dengan hari Minggu, maka puncak acara PHI ke-85 Tahun 2013 dilaksanakan hari ini.
Upacara PHI di Kemdikbud berlangsung di Plaza Insan Berprestasi Kemdikbud. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal Informal Lydia Freyani Hawadi bertindak sebagai pembina upacara. Wanita yang kerap disapa Reni ini membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Linda Amalia Sari Gumelar. PHI ke-85 Tahun 2013  mengangkat tema ““Peran Perempuan dan Laki-Laki dalam Mewujudkan Demokrasi yang Demokratif dan Pembangunan Inklusif”.
Peringatan Hari Ibu setiap tahun diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia. Bersama-sama kaum laki-laki, kaum perempuan ikut berjuang merebut kemerdekaan dan berjuang meningkatkan kualitas hidup dan masyarakat.
Tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan tersebut, dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tenteram, damai, adil dan makmur. Semangat tersebut akhirnya dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Peristiwa ini sekaligus sebagai tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahunnya, baik di dalam maupun luar negeri.
Komitmen pemerintah juga dibuktikan dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sekaligus Hari Nasional bukan hari libur.
Arti penting lainnya dari PHI adalah upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi penerus bangsa agar mempertebal tekad dan semangat untuk bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembangunan, dengan dilandasi semangat persatuan dan kesatuan. 

SEGENAP KELUARGA BESAR

PAS MAHAGURU

MENGUCAPKAN

SELAMAT HARI IBU, 22 DESEMBER 2013

GURU AKTOR TANPA TANDA JASA

GURU AKTOR TANPA TANDA JASA

Guru, Aktor Tanpa Tanda Jasa

KEMAJUAN di bidang teknologi dewasa ini menimbulkan dampak yang signifikan pada dunia pendidikan, salah satunya adalah munculnya tayangan edukasi di beberapa saluran televisi. Tayangan ini dibentuk oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ini bertujuan untuk memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas untuk menunjang pendidikan nasional dan tayangannya telah dirancang bagi seluruh peserta didik dari semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan, praktisi pendidikan, dan masyarakat. Sayangnya, pengemasan yang kurang baik membuat siswa malas untuk menontonnya dan beralih ke tayangan hiburan yang bersifat kurang edukatif (atau bahkan tidak ada nilai edukasi sama sekali di dalamnya). Contohnya adalah  sinetron yang menampilkan realita hidup yang tidak realistis, acara komedi yang mengandung kekerasan dan pelecehan, hingga  acara infotaimen yang menunjukkan gaya hidup hedon seorang selebriti.
Dengan menjamurnya acara-acara tersebut, hal ini dapat menimbulkan paradigma baru yang dapat menyesatkan pola berpikir pelajar di bidang pendidikan, khususnya bidang sains. Sebagai contoh, dalam beberapa sinetron, sains diidentikan dengan hal-hal yang rumit dan membosankan atau sosok guru yang dianalogikan sebagai “malaikat pencabut nyawa yang menyeramkan”. Dengan penganalogian di atas, siswa akan merasa takut dan terbebani ketika mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas. Oleh karena itu, untuk membuat siswa nyaman saat mengikuti kegiatan belajar dengan baik, seorang guru sains harus dapat menjadi aktor yang baik saat kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas.
Untuk menjadi seorang aktor yang mampu membuat para penonton bisa memahami penampilannya serta memahami pesan yang disampaikan, seorang guru membutuhkan banyak persiapan, baik pemikiran, perasaan, maupun latihan fisik. Untuk dapat mengajar secara efektif, seorang guru tidak hanya harus memiliki gagasan dan pengalaman tetapi juga mempu mengembangkan pengetahuan yang telah dikumpulkan dan membagikan gagasannya kepada siswa dalam kelas. Kemampuan untuk mengkomunikasikan pengetahuan inilah yang disebut dengan mengajar.
Layaknya seorang aktor, guru harus melakukan penelitian yang tidak terbatas pada materi yang akan diberikan, melainkan juga memahami respon-respon penontonnya, dan merencanakan kembali pekerjaannya sehingga dapat dikontrol. Setelah guru melakukan hal ini, ia mempelajari semua hal yang berhubungan dengan tugasnya sehingga ia dapat memberikan performa terbaiknya dalam mengajar. Sebagai contoh, setelah guru biologi mempelajari dan memahami materi biodiversitas secara seksama, ia harus dapat memperbaiki keterampilan mengajar dan mengembangkan kemampuan mentransfer gagasan biodiversitas  dengan menggunakan alat-alat peraga di dalam kelas. Kegiatan ini dapat menghasilkan manfaat bagi masing-masing pihak. Bagi siswa, kegiatan yang dilakukan ini dapat meningkatkan minat belajar, sedangkan bagi guru kegiatan ini dapat mempermudah pencapaian tujuan kurikulum. Dengan kegiatan  seperti ini, siswa merasa tidak terbebani saat mengikuti kegiatan belajar.
Hal- hal tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada niat dari dalam diri seorang guru untuk mengajar. Setiap guru harus berangkat dengan jiwa pengabdian dan inspirasi yang dalam guna mengarahkan kegiatannya. Jika hal tersebut tidak dapat terimplemetasikan dengan baik, maka tahun demi tahun kualitas guru sebagai seorang aktor akan semakin turun dan menjadi sangat membosankan.
Kesimpulannya, untuk menghibur siswa yang merasa bahwa guru bukanlah seorang aktor atau harus bertindak sebagai aktor, sebaiknya dilihat dari proses bagaimana ia menjadi aktor yang nyata di dalam kelas. Mulai dari proses persiapan materi, mental, dan fisik untuk mengajar dan pilihannya untuk mengajar sebagai karier, mengabdi melalui bidang studi tertentu yang memerlukan waktu, uang, tenaga dan harus menguasai bidang serta belajar mengajarkannya kepada orang lain. Selain itu, tolak ukur berhasilnya seorang guru sebagai aktor adalah ketika ia mampu mengajarkan konsep pemikiran dibalik teori yang diajarkannya kepada siswanya tanpa harus kehilangan kepribadiannya yang asli.

Penulis : KALLIN PATRIDHINA MANIKA
(Mahasiswi Internasional Program on Science of Education, FPMIPA UPI)
Sumber : http://opini.berita.upi.edu/2013/11/06/guru-aktor-tanpa-tanda-jasa/

Pengembaraan Ke-3 Gn . Sunda *Awesome !!!

Gn. Sunda (Burangrang)
Menjadi saksi terakhir pengembaraan angkatan Tirta Bayu Mahaguru

(suara seperti di flm MISTERI).
Pada Tanggal 4-5-6 Oktober 2013, PAS MAHA GURUkembali menggores sejarah pada kepengurusan kami. dilaksanakannya pengembaraan ketiga menuju Anggota Penuh , Gn. sunda menjadi saksi bisu berakhirnya pengembaraan angkatan tirta bayu mahaguru . HhuuaaHahahaa (*uhhuukk~)

YAyayYAayayayaa ................!!!!!!!!!!!! \(^0^)/
hallo everybody ?
SALAM RIMBA ??? SALAM PAS MAHA GURU .... ?
yap ! mendengar berita lintah dan pacet yang menempel kesaya pada saat minggu lalu, bahwasannya pasmahaguru minngu kemarin telah melaksanakan pengembaraan ketiga yakni ke Gn. Sunda , naaaaahhh  kali ini kita akan langsung mewawancarai salah satu personil TBMG yang katanya minggu kemarin sudah tanjak menanjak  ke gunung sunda, mau tau apa kesan mereka Chekidot !

saya : hai bagaimana kesannya setelah mendaki gn. sunda ?
Sumber : "Pengembaraan ini berkesan pisan, dari mulai trek perjalanan yang menyusuri kebun teh, masuk hutan, ngecamp, terus keujanan , angin semilir seliwir ... bbbrrrrrrr ! tirta bayu banget haaa .  tapi Alhamdulilah..... Ternyata tidak ketemu sesuatu yang aneh-aneh. Alhasil, Oiya, sesampainya di puncak juga saya menenmui banyak tanaman kantong semar, anggrek hutan , daun pulus tentunya dan bahkan masih ada monyet kecil, elang, pacet dan kalajengking tak ketinggalan serta heman lainnya yang patut kita jaga dan lestarikan. Itulah Misteri kekuasaan Allah swt yang patut kita jaga dan lestarikan, dan juga misteri P.A.S Mahaguru yang patut kita pertahankan, tetap bersama selalu."
saya : "memang trek ke gn.sunda waktu itu kemana dan kemana ? "
sumber : " kita masuk lewat cijalu,  ngecap di pos pertama pas mau masuk hutan banget, kemudian jalan lagi dan mendirikan tenda kembali diketinggian 1600, pagi harinya kita kepuncak dan langsung turun lewat pasir kupa - cipurut :) "
saya : " wuuuhhhhh .............. cukup mengangkan yah, hujan hujan di gunung haaa, okeh terimakasih :) "
(sumber: Sukriw-isnun TBMG'12 )

waaauuwww, informasi baru lagi buat pembaca khususnya buat kita :)
dimulai dari banyaknya lintah dan pacet, karena melihat kondisi hutannya, daun pulus yang kalau kena kulit kita terasa panas dan gatal :D dan masiihh banyak .....
hahha.
kegiatan akan hampa jika tidak adanya dokumentasi kegiatan , niiihhhh dia para NArsisme anak Pasmahaguru *wkwkwkkwkw
puncak yaaaaaaaaaaa amazing !

TBMG in action *wush ... bbbrrrr !!!!*

naik~ naik~ kepuncak gunung, jangan sampai tersandung ! #loh? 

kami siap bertempur melawan pacet :P, karena kami wanita tangguh (amiin)

yaaahh, itulah berita terkini yang dapat saya sajikan , mangga kepada para Pecinta Alam bagi yang ingin berkunjung ke Gn, Sunda didaerah Sunda nya - jawa barat sekilas cerita kami bisa dijadikan info tambahan bagi rekan-rekan sekalian. akhirnya saya undur diri, dan SALAM RIMBA ?

cc. Humas PMG/ benjud-TSMG'11


Kemping Bareng (pengenalan alam)

Cipurut - Waayasa
Tepat pda tanggal 20-21 september 2013, kami pengurus PAS MAHAGURU mengadakan pengenalan alam bersama calon anggota PAS MAHA GURU :)
acara yang berlangsung didaerah perbukitan gugusan gunung burangrang berlangsung secara tertib dan aman, awal mulanya kami berangkat dari kampus sekitar pukul 13.00 WIB dan sampai di tempat tujuan sebelum AShar , dikarnakan cuaca yang tidak mendukung ami untuk melanjutkan perjalanan alhasil kami beristirahat sejenak sambil menunggu bumi berhenti menangis ^^

kegiatan kami kepada calon anggota yakni mengenalkan alam kepada mereka, bagaimana kitta merasakan suara-suara hembusan angin yang berbeda, udara, hawa, dan rasa hormat kita untuk menjaga dan melestarikan apa yang telah tuhan ciptakan :)
malam yang indah pantas untuk dijadikan renungan betapa harus bersyukurnya kita masih diberikan nafas dan menghirup udara yang segar di daerah pegunungan :)

next foto kegiatan --->
saat games di pagi hari :)

ini cowonya eksis yaa :)

mandii, nyeebuuurr !!!!

Pengawas , *ups

Tirta Bayu Mahaguru

tapak sunda mahaguru

panitia :)
cc: Humas PMG-benjud

Perekrutan Calon Anggota PAS Maha Guru

Perekrutan Calon Anggota PAS MAHA GURU membludakkk !!! hehe

Rabu, 11 September 2013 kami dari pengurus PMG membuka pendaftaran Calon Anggota Pas Maha Guru angkatan 13, disambut dengan meriah dengan hadirnya mahasiswa baru yang ingin bergabung dalam UKM ini, berikut dokumentasi dari kegiatan :)
chek this out .... 
proses tes tulis oleh calon anggota PMG ke '13




proses tes tulis oleh calon anggota Pas Maha Guru angkatan 2013
peserta yang mendaftar lebih dari 30, hmm buanyak...
semoga bbertahan yaah dan dapat mengharumkan nama PAS MAHA GURU,
semangaattt !!!!!!!!

cc. Humas TSMG/benjud


HAL-HAL YANG WAJIB DIBACA SEBELUM MENDAKI GUNUNG

Selamat malam Sobat P.A.S. Mahaguru, baiklah postingan malam ini seputar Materi Pecinta Alam yang berhubungan dengan Mendaki Gunung. yaitu Hal-Hal Yang Wajib Dibaca dan Diperhatikan Sebelum Mendaki Gunung. Mendaki gunung jadi kegiatan yang digemari kalangan traveler masa kini. Letak geografis Indonesia yang yang berada pada titik pertemuan tiga lempeng tektonik (tectonic plate) yang saling bertabrakan yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo Australia dan Lempeng Pasifik, banyak destinasi gunung yang dapat didaki. Usia bukanlah halangan untuk melakukan kegiatan di alam bebas. Seperti yang sudah kami alami waktu pendakian Ke Gunung Rinjani (CONSINA FUN HIKING GO GREEN Mt. RINJANI 3726 mdpl 21 - 30 AGUSTUS 2012) satu tahun yang lalu.

HAL-HAL YANG WAJIB DIBACA SEBELUM MENDAKI GUNUNG
Arsip Foto Pendakian Gunung Rinjani 2012 bersama Consina

Beberapa tahun belakangan banyak berita duka yang tersiar oleh media akibat kecelakaan ketika mendaki gunung. Perlu diketahui bahwa mendaki gunung adalah kegiatan yang sangat ekstrim dan memerlukan persiapan yang sangat matang. Risiko kecelakaan ketika mendaki gunung dapat diminimalisir jika sobat traveler mengetahui manajemen pendakian yang baik.

Inti manajemen pendakian terdiri atas tiga tahap yaitu :
  1. Perencanaan;
  2. Pelaksanaan, dan
  3. Pasca kegiatan. 
Seperti itulah analogi dalam persiapan ketika kita akan mendaki gunung. Terkesan ribet tapi inilah Safety procedure nya sangat penting, khususnya bagi diri pribadi atau Tim. Hal-Hal Apa saja sih persiapannya ?

1. RISET

Riset atau dalam bahasa Inggris disebut research adalah hal yang wajib dilakukan sebelum mendaki gunung, meliputi; lokasi pendakian, transportasi, cuaca, biaya administrasi SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi), surat jalan dari kepolisian (jika membawa pisau/parang/golok), dll.

Pada era teknologi informasi yang sangat canggih saat ini, informasi sangat mudah untuk didapatkan. Para travel blogger banyak yang menuliskan cerita pendakiannya hingga memudahkan untuk mendapatkan informasi.

Selain itu, sobat traveler dapat bertanya dengan teman yang sudah pernah mendaki di suatu gunung. Information sharing it’s important to do... !

2. KENALI TEMAN JALANMU

Mendaki gunung adalah kegiatan yang dilakukan secara tim. Satu tim berisi minimal tiga orang. Dalam tim pendakian, mengenal satu sama lain adalah satu hal yang harus dilakukan.

Setiap orang dalam tim harus mengetahui riwayat kesehatan (penyakit) satu sama lain. Gunanya adalah tim dapat mempersiapkan obat-obatan khusus bagi penderita penyakit tertentu. Termasuk juga obat-obat yang bersifat umum.

Usahakan untuk mengajak seseorang yang menguasai basic outdoor skills. Basic outdoor skills mencakup navigasi darat, pengetahuan medisar (medis, search and rescue) dan sistem komunikasi lapangan (prosedur komunikasi radio).

Setelah sudah kenal dengan teman satu tim, usahakan mendaki dengan sistem jalan yaitu advance, middle, dan sweapper. Jangan berjalan saling mendahului. Tetap berjalan dalam bersama dalam tim.

3. PERSIAPKAN PERLENGKAPAN

Mendaki gunung memerlukan perlengkapan standar pendakian yang harus dibawa. Perlengkapan ini berguna untuk memudahkan dan melindungi sobat traveler dalam mendaki gunung.

Perlengkapan mendaki gunung memang sangat banyak tapi inilah salah satu harga mati yang harus dibayar untuk kegiatan yang bersifat ekstrim ini.

Perlengkapan pribadi meliputi carrier (ransel), sepatu trekking, kaos kaki, pakaian jalan, celana jalan, sarung tangan, headlamp (senter), baterai cadangan, jas hujan, topi, sleeping bag (kantung tidur), jaket, matras, kompas, peta, pakaian ganti, obat-obatan pribadi, trash bag (plastik sampah), sandal, dan korek api.

Perlengkapan tim meliputi tenda, flysheet, tali rafia, kompor masak (hi cook dan trangia), gas, spiritus, nesting, kamera, dan plastik sampah.

4. LOGISTIK 4 SEHAT 5 SEMPURNA

Manajemen logistik merupakan titik ekstrim yang mempengaruhi keberhasilan dalam mendaki gunung. Sebagai pemenuhan gizi yang dibutuhkan dalam tubuh untuk mengantikan kalori yang terbuang ketika perjalanan mendaki.

Setiap orang memiliki kebutuhan kalori yang berbeda tergantung jenis kelamin, umur, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, dan aktifitas sehari-hari seseorang.

Banyak yang keliru ketika mendaki gunung hanya cukup membawa mie instan. Hal itu sangat fatal jika dilakukan karena mie instan tidak memenuhi kebutuhan kalori ketika mendaki gunung.

Makanan yang dibawa idealnya mencakup 4 sehat 5 sempurna. Makanan yang mencakup 4 sehat 5 sempurna adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin.

Daging, sayur-sayuran, susu, biskuit, beras, roti, dan buah-buahan adalah logistik yang wajib dibawa ketika mendaki gunung untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuh.

Pemilihan logistik pendakian gunung dapat disesuaikan dengan waktu pendakian yang akan ditempuh. Ketahanan suatu makanan dapat mempengaruhi jenis logistik yang dapat sobat traveler bawa ketika mendaki.

5. LATIHAN FISIK

Mendaki gunung adalah kegiatan yang memerlukan fisik yang prima. Perlengkapan dan logistik yang sobat traveler bawa ketika mendaki sudah tentu akan membuat fisik akan kepayahan.

Latihan fisik sebelum melakukan perjalanan bisa perjalanan akan terasa lebih nyaman. Sebelum mendaki gunung, sobat traveler memerlukan latihan yang cukup. Salah satu latihan fisik yang dapat dilakukan adalah jogging.

Jogging membuat jantung lebih kuat hingga aliran darah dan pernafasan menjadi lebih lancar. Selain itu jogging membuat otot paha, kaki, dan punggung lebih kuat. Jogging dapat dilakukan mininal tiga kali sebelum sobat traveler mendaki gunung.

Selain joging, latihan fisik yang dapat dilakukan adalah muscle strength. Muscle strength meliputi push up, sit up, pull up, dan back up. Muscle strength berguna untuk meningkatkan kekuatan otot tubuh.

Jaga kondisi tubuh dengan istirahat yang cukup. Kurangi mengkonsumsi kafein, kurangi merokok, dan hindari tidur hingga larut malam (bergadang).

6. PACKING

Packing adalah Seni Media berekspresi agar mendaki gunung menjadi lebih indah dan nyaman. Layaknya seni, fungsi terapan (guna) dan artistik menjadi pertimbangan dalam packing. Packing bertujuan untuk memasukkan barang-barang bawaan ke dalam carrier (ransel) dengan efektif dan efiesien.

Banyak pendaki yang keliru dalam mengemas barang. Barang-barang banyak yang bergelantungan di luar ransel. Usahakan hanya barang-barang seperti matras, botol minum, tripod, dan payung yang berada di luar.

Pembagian beban juga harus diperhatikan dalam mengemas barang. Hal ini bertujuan agar beban dapat terdistribusi di bagian seluruh bagian badan. Pembagian beban dilakukan berdasarkan berat barang dan skala prioritas penggunaan barang.

Tenda (cover/inner), pakaian ganti, sleeping bag diletakkan di bagian bawah ransel. Pilihlah frame tenda berbahan alumunium alloy agar beban lebih ringan.

Minuman botol, alat masak, makanan diletakkan di bagian tengah ransel. Makanan ringan, jaket, flysheet, dan barang yang bersifat segera diletakkan di bagian atas ransel.

7. BAWA SAMPAHMU

Gunung merupakan salah satu anugerah Tuhan yang sangat indah. Namun pada realitanya banyak sampah yang berserakan di atas gunung. Sungguh miris sekali.

Satu prinsip dalam bergiat di alam bebas adalah take nothing but picture, leave nothing but footprint, and kill nothing but time. Kalimat l leave nothing but foot print. Ini kutipan yang sangat jelas. Jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak.

Idealnya bawalah turun sampah yang sobat traveler bawa ketika mendaki gunung. Jangan berharap ada orang yang berbaik hati untuk melakukan operasi bersih gunung. Mulailah menjaga kebersihan dan kelestarian alam dari diri sendiri.

Biarlah generasi muda yang akan datang dapat menikmati sejuk dan indahnya gunung. Bukan malah tumpukan sampah di atas gunung. Mendaki gunung akan menjadi kegiatan yang menyenangkan jika dipersiapkan dengan baik.

Demikian beberapa tips tentang Hal-Hal Yang Wajib Dibaca dan Diperhatikan Sebelum Mendaki Gunung yang kami dapat dari beberapa nasehat dan referensi dan terapkan sebelum mendaki gunung.
Jangan Lupa di Share dengan sesama penggiat alam bebas.

Semoga bermanfaat, Salam Lestari Buana Nusantara
 
Copyright © 2013. PAS MAHAGURU UPI KAMPUS PURWAKARTA
PAS MAHAGURU UPI KAMPUS PURWAKARTA - INDONESIA
Proudly powered by : Blogger