Latest Article Salam Lestari Buana Nusantara

PAS MAHAGURU UPI KAMPUS PURWAKARTA

[ SALAM LESTARI BUANA NUSANTARA ]
BAGIMU NEGERI, JIWA RAGA KAMI, NKRI HARGA MATI

PAS MAHAGURU

PENGEMBARAAN Ke-1 | CILEAT

Salam P.A.S Maha Guru Salam! 13-15 Maret 2014, melaksanakan Pengembaraan Ke-1 Angkatan 13 Banyu Reda Maha Guru berlokasi di Curug Cileat Subang. Perjalanan dimulai sejak Kamis sore hari setelah melaksanakan solat Ashar, langsung meluncur menuju lokasi menggunakan bus jurusan Wado dari Kota tercinta Purwakarta. Suasana bus yang pengap, penuh hingga kami berdiri selama perjalanan karena tidak adanya tempat duduk. Namun tidak mengurangi esensi pengembaraan kali ini. Tetap terasa suasana hangat diantara P.A.S Maha Guru, canda tawa di dalam bus seakan bus saat itu adalah trevel pribadi kita. Itulah, kebersamaan mengalahkan suasana ketidak nyamanan di bus.
Magrib, kami sampai di Alun-alun Cisalak. Sesaat kami bercinta sejenak dengan sang Pecipta Alam Sempurna yakni Allah swt, hingga waktu Isa menjelang. Setelahnya, kami melanjutkan perjalanan meuju desa yang dituju, Desa Mayang. 




Malam itu hujan menyambut kedatangan kami di Desa Mayang. Namun,acara tetap berlangsung, Malam dilewati dengan kebersamaan kami di Rumah Pak Hanung ( Bapak Angkat P.A.S Maha Guru sekaligus Ketua RT ). Sharing, berkumpul dan melewati kesunyian malam dalam gelegap tertawa bahagia kami.

Subuh menjelang, semua berbegas menuju mushola Desa Mayang. Tangan-tangan tangguh anggota P.A.S Maha Guru beraksi, dengan cekatan membersihkan lingkungan mushola dan sekitarnya di desa tersebut. Itulah, Pengabdian kami untuk lingkungan, tidak hanya melakukannya dengan mendaki sebuah gunung namun dengan cara ini salah satunya.

Sang surya terus meninggi, sekitar pukul 08.00 pagi semua bersiap dengan Ceril dan Daypack nya, bersiaga dan berdoa menuju salah satu keindahan alam Subang. Berjalan, berjalan dan terus berjalan hanya bertumpu pada kaki dan kekuatan diri untuk mencapai tujuan. Saling perpegang tangan, menepuk pundak dan memberikan senyuman terindah dalam kelelahan menuju Pelangi itu.


Ketika kaki mulai lelah, ketika hasrat mulah terengah, dan ketika itu Persaudaraan terjalin diantara kita. Menjunjung tinggi nilai kode etik dan nilai kepercayaan maka Pelangi itu perlahan terlihat.
Eksotika Cileat terpangpang di antara kedua bola mata kami, Air terjun yang begitu indah hasil Sang Arsitek Alam Allah swt. Curug 1 hingga 3 kami lewati dengan kesejukan alam pegunungan, keharuman bau air yang begitu jernih, kelembutan angin yang membelai kulit. Hingga, pelangi itu kini ada di samping kami. Menjulang tinggi nan memesona Curug Cileat, Curug terakhir yang membayar semua kelelahan kami. Desiran angin air terjun yang membasahi seluruh tubuh kami bahkan memberikan suasana saat itu menjadi lebih bermakna.

“Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan ? “ ( Ar-Rahman : 16 )

Mengenali lebih dekat Ciptaan-Nya, sebagai sarana meningkatkan kualitas iman kita. Menjaga semua Ciptaan-Nya, sebagai sarana menyadari bahwa betapa Besarnya Allah swt.



Setelah puas menikmati curug terakhir, kami bergegas kembli menuju tempat Camp bermalam tempat diantara curug 3 dan 4. Malam itu dilewati dalam esensi pengembaraan yang begitu kental. Dalam balutan kebersamaan P.A.S Maha Guru, ditambah berdatangannya para senior dan dewan senior yang begitu istimewanya meluangkan waktu untuk Kami saat itu.

Lancar tanpa halangan berarti, hingga kami kembali menuju perjalanan pulang ke kampus pada Sabtu siangnya. Oiya, Alhamdulilah untuk pertama kalinya dalam pendakian TBMG khususnya tidak hujan saat hari perjalanann, meski awalnya di terpa gerimis. Mungkin karena ada penangkal hujan. Siapa lagi kalo bukan adik-adik kita tercinta, Banyu Reda Maha Guru.



Terimakasih kepada semua BRMG, TBMG, Senior, Dewan senior hingga Anggota Kehormatan yang telah berkesempatan hadir, semoga The Next kegiatan semua anggota P.A.S Maha Guru dari BRMG hingga perintis akan berkumpul, tapi dengan catatan Tenda uda beli yaa ( Colek : TBMG ) 

Seperti mentari yang selalu bersinar, seperti itulah P.A.S Maha Guru.

We Are Green Generations!

GERAKAN PEDULI KAMPUS

GERAKAN PEDULI KAMPUS

UPI Kampus Purwakarta menyelenggarakan OPSIH kampus. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MAPALA UPI Purwakarta yakni PAS Mahaguru itu sukses menyelenggarakan kegiatan Gerakan peduli kampus dengan tema “Bersih kampusku. Lestari bumiku” pada Senin, 10 Maret 2014. 
GERAKAN PEDULI KAMPUS

Acara tersebut dibuka pukul 13.30 WIB oleh Direktur UPI Kampus Purwakarta Dr.H.Mamat Ruhimat.,M.Pd., dihadiri oleh Dosen Pembina MAPALA PAS Mahaguru yakni Drs.H.D.Wahyudin.,M.Pd., Presiden Rema UPI Kampus Purwakarta Asep Nurhuda, Para UKM dan ORMAWA UPI Kampus Purwakarta hingga seluruh mahasiswa tingkat 2 ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
   GERAKAN PEDULI KAMPUS

Gerakan peduli kampus ini diharapkan akan meningkatkan kesadaran akan kebersihan dan keindahan di lingkungan kampus UPI Purwakarta sebagai tanggungjawab semua warga Kampus, bukan hanya tanggungjawab petugas kebersihan saja.

Kedepannya diharapkan agar kegiatan OPSIH ini berkelanjutan, rencana kedepannya ingin ada pembersihan poster-poster politik dari pepohonan, dan Saya mengusahakan untuk mengirimkan surat kerjasama dengan KPU Purwakarta. Karena banyak setelah kampanye poster atau baliho tidak di copot kembali di pohon, itu merusak keindahan” begitu sambutan dari Direktur UPI kampus Purwakarta Dr.H.Mamat Ruhimat,M.Pd. sesaat setelah membuka kegiatan OPSIH tersebut.

Semuanya berbaur menjadi satu dalam kebersamaan Keluarga Besar UPI Kampus Purwarta, tidak adanaya sekat antara para mahasiswa, dosen, UKM dan ORMAWA saat semua gotong royong dalam membersihkan lingkungan Kampus.

 
“Saling membantu dalam balutan kebersamaan, sebagai bukti bahwa sebagai seorang pendidik tidak hanya memperhatikan apa yang Ia ajarkan namun juga apa yang Ia kerjakan sebagai contoh anak didiknya. Melalui kegiatan inilah, PAS Mahaguru memberikan fasilitas untuk lebih meningkatkan kesadaran akan lingkungan sebagai salah satu sarana pendidikan, khususnya di UPI Kampus Purwakarta”. Begitu pernyataan dari Tresna Aditya ( Ketua PAS Mahaguru 2014 ) setelah selesai terlaksananya kegiatan ini pukul 16.00 WIB sore harinya.

Melalui kegiatan ini terlihat suasana kampus yang lebih bersih. Indah dan rapih. Dengan seperti itu akan menambah kenyamanan semua warga UPI Kampus Purwakarta dalam kegiatan perkuliahan. Karena PAS Mahaguru mengharapkan bahwa langkah kecil ini akan bermanfaat besar bagi yang lain. Kegiatan ini juga diharapkan akan diagendakan menjada kegiatan rutin setiap bulannya, sebagai sarana dalam meningkatkan kebersihan lingkungan kampus UPI Purwakarta.
    

MUBES dan MILAD PAS Mahaguru 2014

15 Februari 2014
Sekretariat PAS Mahaguru 2014

Salam PAS Mahaguru! 
Assalamualiakum Warahmatullahi Wabarakatuh
Diawali dengan baca bismillah, diakhiri dengan alhamdulilah, Seperti lagu nasyid tersebut.
Bismillah, ini adalah langkah awal TBMG sebagai kepengurusan,  MUBES PAS Mahaguru kali ini dilaksanakan di sekretariat PMG. Berlangsung lancar sejak dari pukul 08.00 pagi hari hingga pukul 18.00 sore hari. Diawali dengan pembukaan, sambutan Ketua PMG masa bakti 2013 ( Hadi "Linglung" Muhamaad Yusuf) hingga MUBES, dengan pembahasan AD-ART PAS Mahaguru dan diakhiri dengan pemilihan Ketua PMG  masa bakti 2014. Berdasarkan hasil musyawarah dan Pemilihan, maka terpilihlah Ketua PMG mas abakti 2014 yakni : Tresna "Abah" Aditya.

( Selamatnya kepada Abah, semoga tetap menjadi kebanggan kami dan dapat amanah dalam mengemban tugas ini, kami para Bidadari mendampingimu selalu :d hehe )

Trena dan Bidadari-Bidadari Mahaguru (TBMG) sayaaaaaang PMG :*

Berikut adalah Struktur Kepengurusan PMG masa bakti 2014 :


Mohon bantuan dan bimbingan kepada semua Senior, dewan senior, perintis, anggota kehormatan hingga AM tercinta BRMG. Kita ada karena kalian ada, karena Kita PMG, dan Kita SATU.

16 Februari 2014

Hari berikutnya adalah MILAD PAS Mahaguru ke-14, acara itu berlangsung sederhana namun meriah dengan nuansa kekeluargaan dan kebahagiaan. Dihadiri oleh semua Ormawa dan UKM yang ada di UPI Kampus Purwakarta. Tak lupa para senior dan dewan senior menyempatkan hadir disela-sela kesibukan mereka (terimakasih kang dan teteh :))).

Diawali dengan pembukaan, doa bersama, lalu pelantikan atau serah terima jabatan dari angkatan demisioner baru TSMG terhadap kepengurusan baru TBMG.
Selanjutnya, acara yang ditunggu-tunggu, apalagi kalo bukan makan bersama. Semua menjadi satu adalam balutan kebahagian dan kekeluargaan PAS Mahaguru. Hingga akhirnya tiba acara Persembahan TBMG untuk TSMG dan PAS Mahaguru ^-^
Sebelumnya ada enampilan khusus kreasi seni dari angkatan muda BRMG, lalu persembahan kami pun dimulai :

Pemutaran Video persembahan - Pemutaran Stop Motion - Laluuu, terimakasih kami (TBMG) untuk TSMG dan PAS Mahaguru ( Semua angkatan ).

"Tadinya berharap buat TSMG menangis dan terharu dengan penampilan dan video kami, tapi ternyata karena para LRMG dan BPMG yang jail alhasil jadi pada ketawa deh.. tapi smeuanya luar biasa" dikutif dari anak TBMG, inisialnya Cipeng. 

Begitulah kekeluargaan diantara kami, begitu menyatau dalam balutan PAS Mahaguru.

Lupa : Kita akhirnya tukeran kado, anatara satu dan lainnya, yang menarik adalah ada diantaranya yang mendapatkan dan memeberi kado kaos kaki hingga sendok, sungguh ---____---- amazingggg.....

Semoga semua angkatan bisa kumpul semua yaa, karena kita ingin menjadi keluarga yang bisa lengkap hehe.
Salam PAS Mahaguru.








Inilah beberapa moment kemarin :)
 

DIKLAT AM Angkatan XIII | Banyu Reda Mahaguru

Salam PASMahaguru!

[ LATE POST ] :p

Alhamdulilah, Diklat Anggota Muda PASMahaguru angkatan XIII telah terlaksana dengan lancar. Karawang, Gunung Rungking-Parangpango 16 – 19 Januari 2014. Sepanjang pemberangkatan dari kampus (Kamis, 16 Jan 2014 : 13.00) hingga lokasi gerbang pendakian, cuaca nampaknya tidak mau menampakan hangatnya sang mentari, hanya titik-titik hujan yang selalu membasahi kami dana juga ceril kami saat itu. Namun perjalanan tetap harus dilakukan, dan disinilah petualangan para angkatan XIII dimulai!
Hujan terus membasahi Rungking, mengguyur hingga udara semakin berkabut, berkabut putih, bukan awan di negeri yang indah. Namun suhu yang dingin tidak membuat lemah para calon angkatan XIII, semangat mereka menghangatkan udara malam kala itu. Semangat panitia dan juga senior saat itu menambah hangatnya kebersamaan dalam diklat, Rungking yang menjulang dengan gagahnya, dan juga cahaya bulan yang menampakakn diri (walau sebentar) menjadi saksi betapa bangganya kami serentak berucap! “LESTARI BUANA NUSANTARA” dalam upacara pembukaan Diklat angkatan XIII.
Hari selanjutnya terus dilalui, malam selanjutnya dilalui dalam pendidikan diantara Rungking dan Parangpang, dan jugaaaa..... diantara guyuran hujan yang tak henti turun membasahi kami. Hingga tiba malam terakhir, hari terakhir dalam pendidikan, dimana semua senior, dewan senior, anggota kehomatan dan semua kumpul menjadi satu. Bersatu dalam hangatnya kebersamaan keluarga PASMahaguru, mereka yang masih menyempatkan hadir dalam kesibukannya, menyempatkan melihat adik-adik barunya, dan mereka yang hadir dalam naungan cintanya untuk PASMahaguru.



Senior dan Dewan Senior PMG

Anggatan XIII PASMahaguru berjumlah 14 orang, dengan nama angkatan ‘BANYU REDA MAHAGURU’ . Mungkin nama itu sebagai doa, agar mereka tidak selalu diguyur hujan, agar hujannya Reda :D






Upacara Penutupan sekaligus Kelulusan DIKLAT AM Angkatan XIII

 
Inilah, Banyu Reda Mahaguru | Angkatan XIII

Upacara penutupan telah dilaksanakan, nama rimba telah diberikan, nama angkatan telah diutarakan, hadiah telah terslurkan dan juga makanan telah terpenuhi :D
Pulang !
Petualangan belum berakhir, masih berpetualang dengan jalanan pulang yang bergelombang diantara hujan yang masih mengguyur dan suasana mobil truk yang begitu istimewa, Itulah kami PASMhagaguru! Alasan kami bertahan di PASMahaguru ? kau tak akan mengerti sebelum kamu mengetahuinya sendiri!
Tapak Sunda Mahaguru, para pengurus yang begitu luaaarrr biasa membimbing kami Tirta Bayu Mahuru, dan juga Selamat datang Banyu Reda Mahaguru dalam keluarga ini. Terimakasih kepada semua senior, dewan senior, anggota kehormatan, dan juga para perintis. Semua! We Are PASMahaguru! 

 
Tapak Sunda Mahaguru

 
Tirta Bayu Mahaguru | Kurang Jegreg dan Gubrang 
Ctatan : Mereka jaga makanan :( 
 
Semoga Allah akan menyatukan kita dalam satu kesempatan untuk berkumpul, dari mulai Perintis, hingga angkatan XIII. Jadi ? Kapan kita bisa berkumpul ????

GUNUNG BURANGRANG


GUNUNG BURANGRANG

Salam Lestari Buana Nusantara
Selamat malam sobat semuanya, Baiklah kali ini Admin akan memposting tentang Gunung Burangrang. Gunung Burangrang merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, tepatnya di Wilayah Provinsi Jawa Barat Indonesia. Gunung Burangrang mempunyai ketinggian setinggi 2.050 mdpl. Gunung ini merupakan salah-satu sisa dari hasil letusan besar Gunung Sunda di Zaman Prasejarah. Gunung Burangrang mempunyai kawasan hutan Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous, Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Berdampingan dengan Gunung Tangkuban Perahu, Burangrang merupakan salah satu destinasi pendakian yang cukup menarik untuk dijajal. Medan tempuhnya yang tidak terlalu jauh tetap menyimpan pesona tersendiri. Di beberapa titik pendakian, kondisi jalur terbilang cukup memberi kesan menantang. Setidaknya, para pendaki akan menemui jalur dengan lebar yang tidak lebih dari 1 meter – kondisi di kanan-kiri jalur adalah jurang. Selain itu, beberapa meter menjelang puncak, pendaki juga dihadapkan dengan kemiringan punggungan gunung yang mencapai 60-70 derajat. Konsekuensinya, pendakian dilakukan dengan cara ‘memanjat’. Normalnya, waktu tempuh perjalanan dari pos lapor (pendaftaran) hingga ke puncak Burangrang (2050 mdpl) memakan waktu dua hingga tiga jam. Selama perjalanan tersebut, terdapat beberapa pos untuk beristirahat atau berkemah. Jika sobat ingin kesana, Rute dari kota Bandung dengan menggunakan angkutan kota jurusan Terminal Caheum-Ledeng atau Terminal Leuwi Panjang-Ledeng. Dari terminal Ledeng untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan angkot lainnya. Waktu tempuh menuju terminal berkisar antara 10-20 menit tergantung kondisi lalu lintas di jalan. Dari Terminal Ledeng hanya berjarak sekitar 50 meter, terdapat sekumpulan angkot berwarna putih dengan trayek Ledeng-Parongpong. Modal transportasi inilah yang akan gunakan untuk meneruskan perjalanan.

Perjalanan menuju Parongpong terbilang singkat. Rute ini akan sangat ramai di akhir pekan. Kendaraan bermotor dengan pelat B akan hilir mudik melintasi jalan tersebut. Sebabnya adalah di beberapa titik di Jl. Sersan Bajuri ini terdapat berbagai fasilitas wisata yang sering dikunjungi oleh pelancong dari luar kota Bandung. Area wisata keluarga, perkebunan bunga, villa, sky dining resto and bar, serta komplek perkemahan merupakan rujukan wisata yang ditawarkan sepanjang jalan menuju Parongpong. Salah satu daerah terkenal yang dilewati rute angkot ini adalah Cihideung. Daerah ini terkenal sebagai sentra budidaya berbagai macam jenis bunga. Langit masih terbilang terang ketika angkot yang kami tumpangi berhenti di sebuah terminal kecil di Parongpong. Dari sini kita akan melanjutkan perjalanan dengan angkutan lainnya menuju Desa Kertamanah. Ada dua pilihan rute angkutan untuk mencapai titik awal pendakian ke Burangrang dari terminal ini. Pertama, mengunakan angkutan dengan trayek Parongpong-Padalarang. Kedua, angkutan dengan rute Parongpong-Cimahi. Rute angkutan manapun yang dipilih akan sama saja. 

Untuk memulai awal pendakian, bisa memilih rute masuk melalui pintu Komando. Pintu masuk ini berada tepat di pertigaan jalan ketika turun dari angkutan. Dari titik ini, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki (bisa juga menggunakan jasa ojek) menuju pos pendaftaran. Matahari sudah terbenam ketika kami sampai di pos awal dan segera melaporkan diri untuk pendakian. Ada dua pos awal yang harus dilalui sebelum pendakian. Pos pertama yang ditandai dengan gapura dikelola oleh pihak Perhutani. Sedangkan pos kedua merupakan pos penjagaan milik TNI yang ditandai pula dengan sebuah gapura bertuliskan Daerah Latihan Gunung Hutan – Korp Pasukan Khusus Angkatan Darat (KOPASSUS). 

Saat ini kawasan Gunung Burangrang dikelola oleh PT. Perhutani dan sebagian lahannya juga dimanfaatkan sebagai hutan pegunungan tempat latihan militer KOPASSUS. Jadi, untuk memasuki kawasan ini biasanya agak sulit atau bahkan tertutup untuk pendakian ketika sedang digunakan latihan militer oleh pihak KOPASSUS. Untuk sampai di Puncak Burangrang, dari pos pendaftaran membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 jam melalui trek yang bisa dibilang cukup bersahabat bagi pendaki pemula. Oleh karena itu, tak jarang pendaki yang melahap pendakian Gunung Burangrang ini dalam waktu sehari. Sebelum memulai pendakian, di daerah pos pendaftaran kita sudah bisa menikmati pemandangan Kota Bandung dari kejauhan. Berjalan sedikit ke balik bukit, terlihat pula Gunung Tangkuban Perahu dan rangkaian hijau perkebunan teh serta Situ Lembang yang menawan. Sesaat pendakian dimulai rangkaian pohon pinus yang berjajar rapi menyambut kedatangan kami. Setelah sekitar satu jam menikmati rangkaian hutan pinus, kita akan memasuki hutan alam dengan trek yang mulai menanjak, berliku, dan berbatu.

Dari titik inilah perjalanan mulai menantang dengan jalan naik turun bukit. Bahkan juga akan melewati jalan setapak dengan jurang di sisi kanan dan kiri. Sebelum sampai di puncak utama tepatnya saat kita berada di punggung bukit puncak kedua, kita dapat melihat tugu berwarna putih yang menandai puncak Gunung Burangrang. Ya, puncak itu berada di seberang bukit. Dari titik ini kami sudah bisa menikmati panorama rangkaian bukit dan pegunungan yang indah di atas awan. Terlihat juga jalur yang harus dilalui untuk mencapai puncak utama. Untuk sampai di puncak utama, kita harus terlebih dulu mendaki trek berupa tebing batu yang cukup terjal setinggi kurang lebih 10 meter. Bentuk trek yang satu ini mirip dengan "Tanjakan Setan" di trek Gunung Gede. Puncak Gunung Burangrang luasnya hanya sekitar 25 meter persegi. Di sini kita bisa melihat dengan jelas Tugu Trianggulasi yang berwarna Putih setinggi 2,5 m. 

Tugu ini berdiri kokoh sebagai penanda puncak tertinggi Burangrang. Di tugu itu tertulis nama Gunung Burangrang dengan ketinggiannya, 2.050 mdpl. Seluas mata memandang, panorama alam pegunungan yang berbukit serta langit biru nan indah ini memanjakan mata kami. Dahsyat! Tak kalah dari pemandangan gunung-gunung lain yang lebih tinggi darinya. Meskipun di puncak gunung ini tidak terdapat Anaphalis Javanica atau Edelweis si Bunga Abadi, pemandangannya tetap cantik bagai negeri di atas awan. Keadaan ini sudah lebih dari cukup untuk menghapus lelah selama perjalanan menuju puncak. Mungkin sobat PAS Mahaguru ada pengalaman-pengalaman  tentang Mendaki Gunung ? ... Pasti banyak yaa.. Makanya Silahkan di Share yaa ... :D

Kurikulum 2013: Siswa Kelas 1 SD Lebih Ceria dan Tak Rewel

Kurikulum 2013: Siswa Kelas 1 SD Lebih Ceria dan Tak Rewel

Siswa Kelas 1 SD Lebih Ceria dan Tak Rewel

Surakarta, Kemdikbud – Pola pembelajaran Kurikulum 2013 yang diterapkan pada siswa kelas 1 SD di sejumlah sekolah sasaran pada tahun pelajaran 2013/2014 mampu menciptakan suasana kelas lebih ceria. Siswa lebih banyak tertawa dan percaya diri saat menjawab pertanyaan guru, meski jawaban tersebut merupakan jawaban spontan anak-anak. “Siswa kelas 1 juga sekarang tidak rewel karena proses pembelajarannya hampir sama dengan di TK, yaitu belajar sambil bermain. 
Tidak seperti pada kurikulum sebelumnya yang terbebani dengan materi pelajaran yang berat,” ujar Nursalam, Kepala SD Muhammadiyah Program Khusus, Kottabarat, Surakarta, Jawa Tengah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/1/2014). Ia menuturkan, proses pembelajaran pada siswa kelas 1 tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Cara semacam ini memang bukan hal baru bagi sekolahnya yang menerapkan konsep full day school. Meski demikian Nursalam mengaku Kurikulum 2013 membawa banyak perubahan positif terhadap sikap dan perilaku siswa saat pembelajaran. 
SD Muhammadiyah Program Khusus merupakan sekolah sasaran yang ditunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran lalu. Meskipun kini perlahan proses pembelajaran Kurikulum 2013 di sekolahnya telah semakin mapan, Nursalam mengaku pada awal pelaksanaannya penuh dengan perjuangan, terutama meyakinkan orangtua siswa tentang model Kurikulum 2013. “Orangtua sangat kritis terhadap perubahan ini. 
Kami pun dengan intens memberikan penjelasan kepada mereka dan selalu terbuka untuk mendengar apa yang belum mereka pahami,” tambah Nursalam. Beruntung di antara orangtua siswa, ada yang berasal dari kalangan pendidik, seperti dosen dan guru SMA. Dari merekalah orangtua siswa mendapat penjelasan, tanpa terkesan mendikte, karena berasal dari sesama orangtua siswa. Lewat pendekatan intensif tersebut, Nursalam mengungkapkan, kini semakin banyak orangtua siswa yang mengetahui kelebihan Kurikulum 2013. Selain itu, orangtua siswa juga secara aktif mencari informasi Kurikulum 2013 melalui internet dan media lainnya. (Ratih Anbarini)

Sumber : http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2075

Model Pembelajaran Kurikulum 2013 Berbasis Saintifik

Model Pembelajaran Kurikulum 2013 Berbasis Saintifik

Model Pembelajaran Kurikulum 2013 Berbasis Saintifik

Jakarta, Kemdikbud --- Salah satu perubahan mendasar dalam Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran. Model pembelajaran Kurikulum 2013 berbasis saintifik dengan lima langkah pembelajaran. Sedangkan metode pembelajaran dalam kurikulum sebelumnya menggunakan tiga langkah. Ketua Unit Implementasi Kurikulum 2013 (UIK) Kemdikbud, Tjipto Sumadi menjelaskan, dalam kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), ada tiga langkah dalam metode pembelajarannya, yaitu elaborasi, eksplorasi dan konfirmasi. 

Sedangkan dalam Kurikulum 2013 ada lima langkah, yaitu mengamati, bertanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Namun Tjipto mengakui, masih ada guru yang kesulitan dalam mengajar Kurikulum 2013. "Padahal mengamati itu program eksplorasi. Karena itu perlu dijelaskan lebih detil," ujar Tjipto di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, (13/1/2014). Untuk mengatasi kesulitan itu, UIK Kemdikbud menjalankan program pendampingan untuk guru-guru di sekolah sasaran. Mereka yang menjadi pendamping di sekolah sasaran adalah orang-orang terpilih yang telah mengikuti pelatihan dan memperoleh nilai baik. 

Tjipto menambahkan, selain program pendampingan dari UIK Kemdikbud, guru-guru di sekolah sasaran juga diberikan video pembelajaran untuk mengembangkan metode pembelajaran mereka. Video pembelajaran tersebut dibuat oleh direktorat masing-masing tingkat satuan pendidikan. Untuk menjalankan Kurikulum 2013, ujar Tjipto, guru harus melakukan perubahan mindset. "Kita semua harus menyadari perubahan itu memerlukan proses," katanya. Untuk menghadapi perubahan tersebut, harus ada persiapan. Persiapan yang harus dimiliki guru di antaranya persiapan pengetahuan, persiapan fisik dan mental, serta persiapan hati untuk bisa menjalankan dengan keikhlasan. "Kita sedang mempersiapkan anak yang berkualitas ke depannya," pungkasnya. (Desliana Maulipaksi)

Sumber : http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2011
 
Copyright © 2013. PAS MAHAGURU UPI KAMPUS PURWAKARTA
PAS MAHAGURU UPI KAMPUS PURWAKARTA - INDONESIA
Proudly powered by : Blogger